0
Dikirim pada 05 April 2015 di Uncategories

Genetika yang salah mungkin memainkan peran dalam apakah atau tidak seorang wanita hamil mengembangkan preeclampsiapreeclampsia dan bisa menjelaskan mengapa kondisi berjalan dalam keluarga, menurut laporan di Nature Genetics.

Preeklamsia adalah suatu kondisi Madu Penyubur Kandungan yang berpotensi mengancam jiwa ditandai dengan tiga gejala spesifik: retensi air (dengan pembengkakan terutama di kaki, kaki, dan tangan); darah tinggi; dan protein dalam urin, tanda kemungkinan kerusakan ginjal. Ketiga gejala harus hadir pada waktu yang sama. Kondisi ini mempengaruhi 2% sampai 7% dari kehamilan. Penyebabnya adalah kurang dipahami, namun kerentanan genetik sering dibesarkan sebagai kemungkinan.

Menggunakan teknik sequencing gen, peneliti Cees Oudejans dan rekan menganalisis keluarga dengan dua atau lebih saudara yang terkena preeklamsia antara perempuan di Belanda.

Kondisi tidak diwariskan belum dapat mempengaruhi berbagai anggota dalam sebuah keluarga.

Menganalisis jaringan plasenta, yang diyakini menjadi sumber gejala preeklamsia, peneliti menemukan bahwa kebanyakan wanita dengan preeklamsia membawa variasi sakit berfungsi gen tertentu. Identik gen sakit berfungsi ditemukan antara saudara yang terkena dampak. Para peneliti juga menunjukkan bahwa gen tampaknya mewarisi garis ibu.

Gen - Stox 1 - bekerja di plasenta, dinding rahim. Para peneliti mengatakan bahwa hilangnya fungsi gen ini dapat menyebabkan banyak komplikasi terlihat pada preeklamsia, seperti kelainan hati, anemia, dan masalah pembekuan darah.

Preeklampsia biasanya didiagnosis pada wanita hamil melewati 20 minggu kehamilan yang memiliki tekanan darah tinggi yang terus-menerus (> 140/90 mm Hg atau lebih tinggi). Para wanita ini juga memiliki tingkat protein dalam urin.



Dikirim pada 05 April 2015 di Uncategories
comments powered by Disqus


connect with ABATASA